Sat, 18 July 2026
Yuda
Kokop – Di saat isu krisis lingkungan semakin menjadi perhatian dunia, UPTD SDN Bandang Laok 1, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, memilih mengambil langkah nyata. Bukan melalui slogan semata, melainkan lewat aksi sederhana yang sarat makna. Melalui program Sabersling Sabtu (Sabtu Bersih-Bersih Lingkungan), sekolah membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil.
Sabtu pagi itu, suasana sekolah tampak berbeda. Tidak ada peserta didik yang hanya duduk menunggu instruksi. Dengan sapu di tangan, kantong sampah, dan semangat gotong royong, mereka bergerak bersama membersihkan halaman, merapikan taman, mencabut rumput liar, hingga mengumpulkan sampah di setiap sudut sekolah. Di tengah aktivitas tersebut, para guru ikut bekerja berdampingan, memberikan contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal jabatan maupun usia.
Bagi Kepala UPTD SDN Bandang Laok 1, Ibu Yudha Indramana, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari strategi membangun karakter peserta didik yang akan melekat sepanjang hayat.
“Sekolah harus menjadi tempat lahirnya kebiasaan-kebiasaan baik. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga kebersihan bukan karena diperintah, tetapi karena tumbuh dari kesadaran. Ketika itu menjadi budaya, mereka akan membawa nilai tersebut ke rumah, ke masyarakat, bahkan hingga dewasa nanti,” ungkap Yudha.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi, sekolah tidak ingin kehilangan satu hal yang paling mendasar, yakni membentuk manusia yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sebab, kecerdasan tanpa karakter tidak akan mampu menjawab tantangan masa depan.
Pemandangan yang terlihat selama kegiatan berlangsung menjadi potret pendidikan yang sesungguhnya. Guru dan siswa bekerja tanpa sekat, saling membantu menyelesaikan pekerjaan dengan penuh kegembiraan. Tidak ada pekerjaan yang dianggap remeh. Setiap helai daun yang dipungut, setiap sudut halaman yang disapu, hingga setiap tanaman yang dirawat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak dapat ditemukan di dalam buku pelajaran.
Program Sabersling Sabtu sekaligus menjadi pengingat bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk budaya masyarakat. Ketika anak-anak terbiasa hidup bersih sejak usia dini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di mana pun berada.
Yudha menegaskan, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya disampaikan melalui ceramah. Karakter harus dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami percaya bahwa karakter tidak diajarkan, tetapi dibiasakan. Karena itu, Sabersling Sabtu menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bekerja sama, menghargai lingkungan, disiplin, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas bersama,” jelasnya.
Gerakan ini menjadi salah satu wujud komitmen UPTD SDN Bandang Laok 1 dalam menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, aman, dan menyenangkan. Lingkungan yang bersih diyakini mampu meningkatkan kenyamanan belajar sekaligus menumbuhkan semangat peserta didik untuk terus berprestasi.
Lebih dari itu, sekolah ingin mengirimkan pesan sederhana kepada masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukanlah pekerjaan segelintir orang.
Kebersihan adalah budaya. Kepedulian adalah karakter. Dan perubahan selalu dimulai dari diri sendiri. Melalui Sabersling Sabtu, UPTD SDN Bandang Laok 1 menunjukkan bahwa pendidikan terbaik bukan hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal, tetapi juga generasi yang mampu menjaga bumi tempat mereka tumbuh. Karena pada akhirnya, sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan prestasi, tetapi juga melahirkan manusia yang peduli terhadap sesama dan lingkungannya. Sebab, lingkungan yang bersih melahirkan pembelajaran yang nyaman, karakter yang kuat, dan masa depan yang lebih baik. (Yudha*)
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via